|
Fakultas Ilmu Kesehatan IIK BW pagi ini mengundang DR.dr. H.Slamet Riyadi Yuwono, DTMH, MARS,M.Kes untuk memberikan Kuliah Pakar pada Program studi Administrasi Rumah Sakit (ARS), Sabtu (07/03/2020). Beliau merupakan Ketua Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Indonesia, Surveyor Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Asesor Kompetensi IKKESINDO- BNSP dan Penasehat ARSPI Pusat. Pentingnya mutu layanan kesehatan di rumah sakit menjadi latar belakang diselenggarakannya kuliah pakar yang di gelar di Graha IIK BW ini. Seperti yang kita ketahui menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia, Indonesia memiliki 2.813 unit rumah sakit hingga akhir 2018. Jumlah tersebut terdiri atas 2.269 RS Umum dan 544 RS khusus. Dengan banyaknya rumah sakit tersebut, pengetahuan mengenai dunia rumah sakit seperti administrasi organisasi dan manajerial, kualifikasi sumber daya manusia yang tersedia sangat dibutuhkan bagi mahasiswa FIK IIK BW khususnya prodi S1 Administra Rumah Sakit. Mengangkat tema Pentingnya Mutu Layanan Kesehatan di Rumah Sakit” kuliah pakar ini dihadiri mahasiswa prodi S1 ARS dan prodi lain yang berasal dari FIK IIK BW seperti S1 Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat, D3 Kebidanan, D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan hingga D3 Fisioterapi. Dalam materinya DR.dr. H.Slamet Riyadi Yuwono, DTMH, MARS,M.Kes menjelaskan bagaimana sebuah rumah sakit harus memiliki pelayanan maksimal berupa pelayanan yang berdasarkan kepuasan dengan standar profesi yang tinggi. Rumah sakit tidak hanya berfungsi untuk kegiatan mengobati, tetapi merupakan tempat untuk meningkatkan status kesehatan individu. Selain itu beliau juga menekankan manajemen yang baik agar bisa bersaing karena di era keterbukaan batas geografi, munculnya pesaing baru yakni berdirinya rumah sakit tingkat internasional tak dapat dihindari. Geraldin selaku Sekretaris prodi S1 ARS IIK BW berharap dengan terselenggaranya kuliah pakar ini mahasiswa mendapatkan pengetahuan baru mengenai mutu dan pelayanan prima di sebuah rumah sakit. “Kita mengharapkan mahasiswa prodi S1 Administrasi Rumah Sakit IIK BW mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan (hard competency) mengenai seluk beluk pelayanan rumah sakit. Sehingga selain pengetahuan teori yang ada di kelas, mereka juga mendapatkan ilmu berharga dari dari pakarnya langsung” tutupnya.
|