|

Sangat bersyukur kepada Tuhan, dan saya merasa takjub karena saya baru menyadari bahwa ternyata ada banyak orang yang mng saya terima, itu yang saya rasakan saat dinobatkan menjadi Mr IIK BW. Banyak pengalaman yang mengesankan saat mengikuti kompetisi ini salah satunya adalah pada waktu seleksi bakat sebenarnya saya sudah menyiapkan sebuah lagu dimana saya sendiri pula yang memainkan gitar, tapi setelah saya siap untuk berangkat ke tempat seleksi tiba-tiba saya merasa canggung dengan apa yang akan saya tampilkan, kemudian saya langsung menuju sebuah toko tidak jauh dari kampus dan membeli sebuah sisir dan plastik, dan saat seleksi bakat saya lebih memilih memainkan instrumen yang dipopulerkan oleh om Frans dimana sisir kresek tersebut menyerupai bunyi saxophone, di situ saya memainkan lagu yang sedang booming yaitu Akad oleh Payung Teduh, Puji Tuhan di situ saya masuk dalam 3 besar. Dibalik kemenangan saya, ada orang yang paling berjasa bagi saya yaitu adalah comting (ketua) kelas saya sendiri yaitu Megan, dimana dia selalu siap membantu saya dalam mempersiapkan kostum, bahkan saya pun menggunakan sepatunya saat seleksi, meminta teman-teman untuk mendukung hingga mendapat predikat supporter terheboh, berkonsultasi dosen-dosen prodi mengenai dispensasi saya dan lain sebagainya.Tak lupa saya sampaikan terima kasih untuk semua orang yang telah mendukung saya. Saya ingin berkontribusi membawa nama IIK BW dan prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis dengan berprestasi dengan aktif mengikuti lomba-lomba yang diadakan maupun event-event yang diselenggarakan beberapa waktu ke depan. Harapan saya untuk kompetisi ini kedepannya adalah adanya masa karantina untuk membangun solidaritas bagi para peserta.
Baca juga profil lengkap Runner Up Mr IIK 2018 dan Runner Up Miss IIK 2018
|