|
Pendidikan merupakan fondasi utama sekaligus motor penggerak bagi kemajuan suatu daerah. Tanpa akses pendidikan yang berkualitas, sebuah kota akan menghadapi tantangan besar dalam melahirkan generasi penerus yang berdaya saing tinggi. Menyadari peran krusial tersebut, Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Kota Kediri. Kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung secara penuh implementasi dan pencapaian visi "Kediri Mapan" (Maju, Agamis, Produktif, Aman, Ngangeni). Prosesi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung khidmat pada Selasa (09/06/2026) ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua belah pihak.
Hadir sebagai representasi dedikasi lembaga, Ketua Pelaksana Yayasan Bhakti Wiyata, dr. David Raditya Soehartono, B.Comm, M.B.A., didampingi oleh Rektor IIK Bhakta, Prof. Dr. apt. Muhamad Zainuddin. Sementara itu, Walikota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., menyambut baik sinergi ini sebagai bentuk kolaborasi pentaheliks yang konstruktif antara sektor akademisi dan birokrasi pemerintah. Perluasan Akses Pendidikan Tinggi yang Inklusif Melalui kemitraan ini, IIK Bhakti Wiyata mempertegas posisinya sebagai mitra utama pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan inklusif.
Aspek inklusivitas menjadi salah satu poin prioritas, di mana kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi di bidang kesehatan kini semakin terbuka lebar bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Kediri.
Hubungan kerja sama ini diproyeksikan tidak hanya sebatas seremonial di atas kertas, melainkan mencakup berbagai program implementatif yang berkelanjutan, antara lain: Program Beasiswa Pendidikan: Penyediaan bantuan studi bagi warga Kota Kediri yang memiliki prestasi akademik namun menghadapi keterbatasan ekonomi. Pengabdian Masyarakat Terintegrasi: Aksi nyata civitas akademika dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan warga kota. Riset dan Inovasi Daerah: Kolaborasi penelitian guna memecahkan berbagai tantangan lokal, khususnya pada sektor kesehatan publik dan lingkungan. “Kami berkomitmen penuh untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan Kota Kediri yang lebih maju dan berdaya saing global,” tegas Rektor IIK Bhakta, Prof. Dr. apt. Muhamad Zainuddin. Kontribusi terhadap Lima Pilar "Kediri Mapan" Visi "Kediri Mapan" yang diusung oleh Walikota Vinanda Prameswati memerlukan dukungan kuat dari sektor pendidikan guna mentransformasi tata kehidupan masyarakat. Dalam hal ini, IIK Bhakta mengambil peran strategis pada pilar Maju dan Produktif.
Melalui konsistensi dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten mulai dari perawat, apoteker, dokter gigi, hingga tenaga laboratorium medis institusi ini secara langsung menyuplai sumber daya manusia yang siap mendorong produktivitas kota. Di sisi lain, internalisasi nilai-nilai karakter di lingkungan kampus juga dinilai selaras dengan pilar Agamis dan Aman, guna menciptakan kaum intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh.
Hal ini juga selaras dengan Budaya PLUS IIK Bhakta yakni, Prima dalam layanan, Luhur dalam berbudi pekerti, Unggul dalam berkarya dan Sejahtera dalam kebersamaan. Walikota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif serta kepedulian yang ditunjukkan oleh Yayasan dan Rektorat IIK Bhakti Wiyata.
Pemerintah daerah meyakini bahwa percepatan pembangunan daerah akan berjalan jauh lebih akseleratif ketika institusi pendidikan tinggi terkemuka turut berkontribusi dan berjalan beriringan bersama kebijakan pemerintah.
Melalui komitmen jangka panjang ini, sinergi antara keahlian akademis IIK Bhakti Wiyata dan kebijakan taktis Pemerintah Kota Kediri diharapkan mampu membawa Kota Kediri menjadi daerah yang mandiri, unggul, sehat, dan berdaya saing tinggi.
|