 Bentuk snack bar katuke yang mudah dibawa kemana-mana dan dapat langsung dimakan.  Kemasan snack bar katuke dalam bentuk batangan.  Tim PKM IIK Bhakti Wiyata yang berhasil membuat inovasi snack bar katuke
Previous
Next
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber makanan bagi sang buah hati sebelum mengenal makanan pendamping ASI. ASI eksklusif sebaiknya diberikan sampai bayi berusia 6 bulan, namun terkadang selama proses menyusui, sebagian ibu yang air susunya tidak mencukupi lebih memilih mengganti ASI dengan susu formula atau mencari alternatif dengan memperbanyak mengonsumsi sayuran seperti daun katuk maupun daun kelor untuk meningkatkan produksi ASI.
Sayangnya alternatif kedua yakni konsumsi sayuran dipandang kurang efektif dan efisien bagi para ibu yang memiliki tingkat mobilitas tinggi seperti sedang bekerja. Hal inilah yang membuat mahasiswa dari IIK Bhakti Wiyata yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang terdiri dari Tri Krisna Septian Anggraini, Desiyana Mahdalena Fitriana dan Fitria Nurhidayah melakukan inovasi dengan membuat makanan berbentuk snack bar yang terbuat dari daun katuk dan daun kelor.
Daun katuk mengandung protein, vitamin K, pro-vitamin A (beta-karotena), B, dan C. Mineral yang dikandungnya berupa kalsium, besi, kalium, fosfor, dan magnesium. Warna daunnya hijau gelap karena memiliki kadar klorofil yang tinggi. Sedangkan pada daun kelor mengandung protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C. Kedua bahan tersebut diolah menjadi tepung dan dibentuk menjadi snack bar katuke dengan komposisi sebagai berikut :
|
Bahan
|
Berat
|
|
Tepung terigu
|
10 g
|
|
Tepung daun katuk
|
10 g
|
|
Tepung daun kelor
|
10 g
|
|
Margarin
|
10 g
|
|
Karamel
|
5 g
|
|
Gula
|
4 g
|
|
Susu
|
4 g
|
|
Telur
|
0,5 butir
|
|
Selai kacang
|
14 g
|
|
Kacang
|
5 butir
|
|
Cokelat
|
10 g
|
Di bawah bimbingan Ibu Nining Tyas Triatmaja, S.Gz., M.Si. selaku dosen IIK Bhakti Wiyata , pembuatan snack bar katuke ini bertujuan untuk:
- Memanfaatkan daun katuk dan daun kelor.
- Mengenalkan kepada masyarakat mengenai snack bar kaya manfaat untuk pengeluaran produksi ASI dari olahan tepung daun katuk dan daun kelor.
- Mengembangkan ide dan kemampuan mahasiswa untuk berwirausaha sebagai sarana pembelajaran model kewirausahaan pangan skala khusus bagi mahasiswa.
Snack bar katuke dikemas secara unik berbentuk batangan dengan berat 25 g dan dapat dikonsumsi oleh semua masyarakat tidak terbatas pada ibu hamil atau menyusui saja. Hal ini dikarenakan banyaknya kandungan gizi yang terdapat dalam snack bar katuke. Proses produksi dilakukan oleh tim kelompok PKM dengan memulai pemasaran pada media sosial seperti instagram dengan nama “Bar Katuke” dan menyampaikan informasi dari mulut ke mulut.
Harapannya semoga dengan adanya sncak bar katuke mampu menjadi camilan sehat bagi masyarakat utamanya ibu hamil dan menyusui serta mendorong mahasiswa IIK Bhakti Wiyata agar mampu mencetuskan ide insipratif lainnya dalam berwirausaha.
|