 Buah kedelai yang tumbuh lebat setelah diberi ekstrak etanolik.  Biji kedelai yang direndam menggunakan ekstrak etanolik daun tapak dara.  Bunga kecambah yang mulai tumbuh.
Previous
Next
Tanaman kedelai yang dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan nama Glycine max (L.) Merr merupakan tanaman dari jenis polong-polongan yang memiliki sumber protein nabati sangat tinggi. Tanaman ini sudah menjadi bahan dasar olahan makanan yang ada di Indonesia seperti tahu, tempe, susu, tauco, dan kecap. Negara Indonesia sendiri merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Tingginya minat masyarakat terhadap kedelai tidak terlepas dari peran kedelai itu sendiri yang sangat penting sebagai sumber pokok pemenuhan protein, karbohidrat dan minyak nabati. Setiap 100 g biji kedelai mengandung 18% lemak, 35% karbohidrat, 8% air, 330 kalori, 35% protein dan 5,25% mineral.
Namun, ironinya jumlah tanaman kedelai yang tersedia di Indonesia berbanding terbalik dengan jumlah permintaan konsumen, atau dengan kata lain jumlah kedelai belum mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga harus mengimpor dari negara luar untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Menanggapi hal tersebut, sekumpulan mahasiswa IIK BW yang tergabung dalam tim kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKMP) mencetuskan terobosan baru untuk meningkatkan kuantitas kedelai. Tim PKMP tersebut terdiri dari Eni Kusnuriyanti, Safitri Fatikasari, dan Intan Fitrisari dibawah bimbingan Bapak Muh. Shofi. S.Si, M.Sc. selaku dosen internal dari IIK BW.
Dari berbagai ekserimen yang dilakukan, tim ini berhasil menemukan formula yang cocok yakni dari ekstrak etanolik daun tapak dara yang dijadikan sebagai agen mutagenik untuk meningkatkan kualitas dan pertumbuhan tanaman kedelai. Dalam hal ini variabel yang diamati yaitu perubahan morfologis dan anatomis serta jumlah kromosom tanaman kedelai setelah diinduksi dengan ekstrak etanolik daun tapak dara.
Benih kacang kedelai yang digunakan adalah benih kacang kedelai varietas willis. Benih kacang kedelai dipilih dengan ukuran dan berat yang seragam dan direndam di dalam cawan petri yang berisi larutan mutagen dengan konsentrasi ekstrak etanolik daun tapak dara yaitu 0,01 %; 0,05 %; dan 0,1 %, ditambah dengan kontrol dengan lama perendaman 6, 12, dan 24 jam. Biji yang telah diberi perlakuan, kemudian dibilas dengan aquades dan dikeringkan dengan kertas saring lalu ditanam pada media tanam. Diharapkan dengan adanya penelitian ini produksi tanaman kedelai dapat mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan dapat memacu motivasi mahasiswa IIK BW lainnya untuk melakukan penelitian lainnya serupa ini.
|