Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tingkatkan Kualitas Pertumbuhan Tanaman Kedelai dengan Ekstrak Etanolik Daun Tapak Dara

31 Jul 2017

Tanaman kedelai yang dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan nama Glycine max (L.) Merr merupakan tanaman dari jenis polong-polongan yang memiliki sumber protein nabati sangat tinggi. Tanaman ini sudah menjadi bahan dasar olahan makanan yang ada di Indonesia seperti tahu, tempe, susu, tauco, dan kecap. Negara Indonesia sendiri merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Tingginya minat masyarakat terhadap kedelai tidak terlepas dari peran kedelai itu sendiri yang sangat penting sebagai sumber pokok pemenuhan protein, karbohidrat dan minyak nabati.  Setiap 100 g biji kedelai mengandung 18% lemak, 35% karbohidrat, 8% air, 330 kalori, 35% protein dan 5,25% mineral.

Namun, ironinya jumlah tanaman kedelai yang tersedia di Indonesia berbanding terbalik dengan jumlah permintaan konsumen, atau dengan kata lain jumlah kedelai belum mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga harus mengimpor dari negara luar untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Menanggapi hal tersebut, sekumpulan mahasiswa  IIK BW yang tergabung dalam tim kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKMP) mencetuskan terobosan baru untuk meningkatkan kuantitas kedelai. Tim PKMP tersebut terdiri dari Eni Kusnuriyanti, Safitri Fatikasari, dan Intan Fitrisari dibawah bimbingan Bapak Muh. Shofi. S.Si, M.Sc. selaku dosen internal dari IIK BW.

Dari berbagai ekserimen yang dilakukan, tim ini berhasil menemukan formula yang cocok yakni dari ekstrak  etanolik daun tapak dara yang dijadikan sebagai agen mutagenik untuk meningkatkan kualitas dan pertumbuhan tanaman kedelai. Dalam hal ini variabel yang diamati yaitu perubahan morfologis dan anatomis serta jumlah kromosom tanaman kedelai setelah diinduksi dengan ekstrak etanolik daun tapak dara.

Benih kacang kedelai yang digunakan adalah benih kacang kedelai varietas willis. Benih kacang kedelai dipilih dengan ukuran dan berat yang seragam dan direndam di dalam cawan petri yang berisi larutan mutagen dengan konsentrasi ekstrak etanolik daun tapak dara yaitu 0,01 %; 0,05 %; dan 0,1 %, ditambah dengan kontrol dengan lama perendaman 6, 12, dan 24 jam. Biji yang telah diberi perlakuan, kemudian dibilas dengan aquades dan dikeringkan dengan kertas saring lalu ditanam pada media tanam. Diharapkan dengan adanya penelitian ini produksi tanaman kedelai dapat mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan dapat memacu motivasi mahasiswa IIK BW lainnya untuk melakukan penelitian lainnya serupa ini.

Leave Reply


Berita Lainnya

Solusi Cerdas Daur Ulang Barang Bekas

Bermain merupakan proses alamiah dan naluriah yang berfungsi sebagai nutrisi dan gizi bagi kesehatan...

GEISA: Gel Hand Sanitizier Alami dari Ekstrak Daun Seledri

Menjaga kebersihan badan adalah syarat mutlak dalam pola hidup sehat. Salah satu yang perlu kita jag...

Alternatif Memperlancar Produksi ASI dengan Snack Bar Katuke dari Daun Katuk dan Kelor

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber makanan bagi sang buah hati sebelum mengenal makanan pendamping ...

SYAH : Inovasi Cerdas Bertayamum

Membersihkan diri dari najis adalah salah satu syarat mutlak seorang muslim sebelum melaksanakan iba...


 

PP2M

+ Home

+ Tentang

- Visi & Misi
- Organisasi & Personalia
- Komite Etika & Riset
+ Statistik

+ Agenda

+ Pedoman

- RIP, RENSTRA, Fokus Penelitian dan Pengabdian
- Pedoman Penelitian
- Pedoman Pengabdian Masyarakat
- Pedoman HKI
- Pedoman Etik Penelitian
- Pedoman Plagiasi

+ E-Juornal

+ Pusat
 

"developing
health experts"

 

CONTACT

Jl. KH. Wahid Hasyim 65
Kediri 64114 Jawa Timur
Tlp. 0354 773299 / 773535
Fax. 0354 721539