Kuliah Pakar Fakultas Farmasi Bahas Tantangan Tata Kelola Terapi Pasien CKD dengan Nefropati Diabetik
12 Jan 2026 09:38 by Totok Agung

Mahasiswa Fakultas Farmasi IIK Bhakti Wiyata mengikuti sesi pembukaan Kuliah Pakar dengan khidmat di Auditorium Kampus.

Prof. Dr. apt. Budi Suprapti, M.Si. menyampaikan materi mengenai strategi terapi pada pasien CKD dengan nefropati diabetik dalam Kuliah Pakar Farmasi.
Previous
Next
Program Studi D3 Farmasi dan S1 Farmasi Fakultas Farmasi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri kembali menghadirkan kegiatan akademik bernas melalui agenda Kuliah Pakar pada Senin, 12 Januari 2026.
Agenda ini menjadi ruang ilmiah yang mempertemukan mahasiswa dengan pemateri berkompeten untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan keilmuan dan praktik kefarmasian terkini.
Dalam kesempatan ini, tema yang diangkat berfokus pada isu klinis yang semakin relevan, yakni “Tantangan dan Strategi Manajemen Terapi Obat pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) dengan Nefropati Diabetik.” Tema tersebut dipilih selaras dengan tingginya prevalensi penyakit ginjal kronik yang dipicu oleh komplikasi diabetes melitus serta meningkatnya kebutuhan akan intervensi farmakoterapi yang tepat dan aman.
Materi disampaikan oleh narasumber dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr. apt. Budi Suprapti, M.Si., yang memiliki pengalaman luas dalam bidang farmakoterapi klinik. Ia menjelaskan bahwa pasien CKD dengan nefropati diabetik menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari progresivitas kerusakan ginjal, risiko interaksi obat, hingga penyesuaian dosis karena menurunnya fungsi eliminasi.
Dalam konteks tersebut, peran farmasis menjadi krusial tidak hanya dalam peresepan dan pemantauan obat, tetapi juga dalam edukasi pasien untuk meningkatkan kepatuhan serta memastikan keamanan penggunaan terapi jangka panjang.
Selain itu, pembahasan turut menyoroti strategi terapi yang mengedepankan pendekatan individual berbasis kondisi klinis, evaluasi laboratorium, serta penatalaksanaan komorbid yang sering menyertai seperti hipertensi dan dislipidemia. Penekanan pada kolaborasi interprofesi antara dokter, farmasis, dan tenaga kesehatan lain menjadi poin penting untuk mencapai luaran klinis optimal.
Kuliah pakar ini diharapkan tidak hanya memperkaya kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan peran farmasis dalam menjaga kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis.
Melalui kegiatan semacam ini, Fakultas Farmasi IIK Bhakti Wiyata terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan kesehatan masa kini dan responsif terhadap kebutuhan dunia praktik.
Artikel Terkait